Di tengah semarak persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, UIN Walisongo Semarang mengambil langkah proaktif dengan menggelar rapat pimpinan pada 25 Februari 2025. Rapat ini khusus membahas strategi optimalisasi kegiatan pembelajaran agar tetap berjalan efektif, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memaksimalkan ibadah.
“Ramadan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas akademik. Justru, ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan intelektual,” tegas Prof. Dr. Mukhsin Jamil, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang.
Dari rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting:
- Efisiensi Waktu Kuliah: Alokasi waktu perkuliahan dipadatkan menjadi 40 menit per SKS, memungkinkan mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah.
- Hybrid Learning: Perkuliahan tatap muka (luring) akan berlangsung hingga 15 Maret 2025, dilanjutkan dengan pembelajaran daring (online) mulai 17 Maret hingga 7 April 2025, dan kembali luring pada 8 April 2025. Model hybrid ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar dari mana saja.
- Fokus pada Esensi: Materi perkuliahan akan dirancang lebih ringkas dan fokus pada esensi, sehingga mahasiswa tetap mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam waktu yang terbatas. Selengakpanya Unduh Edaran.
“Kami ingin menciptakan Ramadan yang produktif dan bermakna bagi seluruh civitas akademika UIN Walisongo. Dengan strategi ini, kami yakin mahasiswa dapat meraih prestasi akademik yang gemilang sekaligus meningkatkan ketakwaan,” pungkas Prof. Mukhsin.
Keputusan ini menunjukkan komitmen UIN Walisongo untuk menjaga keseimbangan antara kualitas akademik dan nilai-nilai spiritual, menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meraih keberkahan ganda.
Leave a Reply